Mata saya serasa mau meloncat keluar sewaktu Dokter S mencopot BH-nya dan melepaskan celana dalamnya. Bokeb Dengan bertubi-tubi disedot-sedotnya batang kemaluan saya. Ia sepertinya menghindar apabila saya sengaja datang ke tempat praktek dokternya. Dokter S tertawa melihat batang kemaluan saya yang mengeras itu. Pasti lagi-lagi cuma cek darah, air seni, dan kotoran saja. Sambil menyedot-nyedot puting susunya yang amat tinggi itu, mengingatkan saya waktu saya menyusu pada ibu saya selagi kecil. Tapi untuk ia tidak memperhatikan gerakan di balik celana saya. Aaahh..” Akhirnya saya sudah tidak tahan lagi. Ia tersenyum. Batang kemaluan saya itu memang tidak terlalu panjang dan besar, malah termasuk berukuran kecil. Terangsang saya ya?” Mati deh! Tetapi jika sudah menegang seperti saat itu, menjadi cukup menonjol.“Uh, burung kamu biar kecil tapi bisa tegang juga”, kata Dokter S serasa mengelus batang kemaluan saya dengan tangannya yang halus.




















