Tak lama kemudian aku pamit pulang tanpa banyak berkata apa-apa. Ia lalu duduk disampingku dan meneteskan air lilin yang panas ke badanku.“Ugh, ugh, ugh..” aku berteriak menahan panasnya tetesan lilin itu.Aku bergeliat-geliat mencoba menjauhinya namun ia terus mendekatiku dan mengulangi meneteskan lilin itu. Bokep Tante Aku hanya tersenyum. Desihan nikmat yang cukup keras terdengar dari mulutnya.“Aduh enak sekali, ayo jangan berhenti. Teman-temanku ramai-ramai turun dan berdansa, tinggallah aku sendiri di meja itu.Di kegelapan ruangan disco itu, kulihat sesosok wanita tinggi semampai, cantik dan langsing. Di ruang tengah (tamu) ada TV dan sofa. Minggu depan kesini lagi ya tapi jangan malam.Kita mulainya dari Sabtu siang aja, kan jadi punya banyak waktu,” sapanya sambil memperlihatkan beberapa foto diriku dalam keadaan terikat.Belum sempat aku menjawab, Mei Mei lalu berkata sambil mengancam.“Kalau kamu nggak mau ketemuin aku lagi, foto-foto ini nanti aku sebarkan lho! Belum sempat lama aku berpikir untuk menjawabnya, kedua




















