Dengan pelan tapi pasti Sofi merosot di depanku, hingga dia berada pas di depan penisku yang masih lemas. Bokep Mama Di sana aku langsung masuk dalam kamar untuk berganti baju, sedangkan Sofi masih berada di ruang tamu.Di saat aku keluar terlihat Sofi melihat ke arahku.” Maaf..Deni..aku telah membuatmu kecewa..” Katanya dengan muka sedihnya” Sudahlah Sof..aku benar-benar melupakan hal itu kok…” Tapi dengan tiba-tiba Sofi memeluk tubuhku, dengan eratnya dia dekap tubuhku.Saat itu juga aku membalas pelukannya dan tangankupun membelai rambutnya seperti kami masih pacaran dulu.Dengan muka sedihnya Sofi menengadah dan menatapku deangan tatapan yang sulit aku gambarkan. Dan hingga saat ini dia belum mengetahuinya, karena aku simpan rapat tentang hal ini.Tapi aku tahu kalau Sofi mengetahui hiubunganku dengan Naya, karena itu selama ini dia tidak pernah menuntut apapun dariku. Sofi membuka bajunya sambil terus menatapku dengan penuh nafsu. Langsung saja aku mengahmpiri dan berkata” Sudah lama nunggunya… ”




















