Aku sungguh menjadi ketagihan dan tak malu meminta kepada Mang Narko untuk mengulangi kenikmatan tersebut.Bahkan kini kami melakukannya di dalam kamarku.Mbak Siti selalu mengikuti jadwal mens-ku secara ketat sehingga ia tahu persis kapan saat diriku sedang dalam keadaan subur atau tdk. Bokep Arab Kakang itu ngaca dulu dong!. Tak ada jalan lain terpaksa gulingku kujepit dengan kedua pahaku dan kutekan kuat-kuat ke arah keselangkanganku. Tak kusangka baru dicocol sedikit tapi nikmatnya sudah seperti ini apalagi jika di masukan semua pikirku saat itu. Aku hanya sempat menyaksikan hal itu beberapa saat sebelum akhirnya kepalaku kembali terhempas ke kasur dengan mata terpejam.“M..bakkkk…Ouhhhhh!” kali ini rintihanku kutujukan pada mbak Siti. Mana mungkin aku menygkal kenikmatan yg terjadi pada ‘first contact’ tadi. Lihat saja putingku sampai berdiri sepejal karet.“Mau di terusin lagi ndak?” Tanya mbak Siti tersenyum geli.Entah ia bermaksud menggodaku atau karena ia benar-benar ingin tahu pendapatku.




















