Anna, Gal, Gizzelle, and Octavia are hanging out, discussing their school project, when Anna Claire discovers a giant dildo in Gal’s bag. It’s so kinky, but as Gizelle explains, it can be tiring to find a real dick… Bokeb or girls. Her friends are a little taken aback, but more so, they’re curious. It’s not like she has a crush on them, but she would definitely fuck them all. After all, who doesn’t need a little friendship reinforcement? Now that curiosity has flooded their minds, Anna invites them all for a sleepover and proposes they play a game – topples truth or dare! Gal dares Anna to kiss Octavia, and Anna dares Gal to give Gizzelle a striptease, but then Gizzelle raises the stakes, blindfolding Octavia and daring her to guess which one of her friends is eating her pussy. The girls take turns, but it’s so fun they all want to try guessing, too, and pretty soon, all bets are off. Gal brings out her massive dildo again, and now everybody’s fucking everybody! The girls take turns using a strapon, riding each other’s faces, and scissoring each other until they all cum together! They should really start doing this more often!
Dan semenit kemudian Tari mengerang panjang sambil pinggulnya mengangkat keatas ” Paaaackkhhh Taaariiii Keeeeeluaaarrrhh “…….” Aaaaccchhhhh “. Ujar Tari setengah berteriak. Sekitar setengah jam saya menunggu Tari belum juga muncul. Sambil mengerang keenakan tangan sibapak juga bergerilya divagina Tari “Wuueeenaaachhkk Caaahhk Aayuuu”, ujarnya. Tapi yang membuat saya penasaran sekaligus berdegup saya mendengar suara rintihan seorang wanita dari arah rumah kecil itu. Tapi baru kali ini saya melihat dia orgasme pada saat permainan belum dimulai. Mau pingsan rasanya saat melihat Tari tanpa komando dari bapak tua itu dia mulai menjilat leher penis itu. Tari sedang duduk disebuah diranjang kayu sedang diisap vaginanya oleh seorang bapak2 tua dengan perawakan hitam besar dan hanya menggunakan sarung. Saya juga merasakan keanehan ketika kami ML dia seperti males2an dan tidak semangat. “Baik lah” saya menjawab sambil tersenyum. Sibapak baru mulai mempercepat goyanganya Tari sudah mengangkat pinggulnya keatas dan kemudian mengejang.












