udah Om..!” kataku lirih.Dia pun menoleh ke atas memandang wajahku dan bukannya menjauh malah meletakkan kain lap tadi di sampingku dan mendekatkan kembali wajahnya ke wajahku dan tersenyum sambil mengelus rambutku.“Kamu cantik, Naya..” ujarnya lembut.Aku jadi tertunduk malu tapi tangannya mengangkat daguku dan malahan menciumku tepat di bibir. puterr..!” rintihku dan Om Andi serta merta meremas putingku lebih keras lagi dan tangan satunya bergerak mencari klitorisku.Kedua tanganku berpegang pada ujung meja dan kepalaku menoleh ke belakang melihat Om Andi yang sedang merem melek keenakan. Bokep Rusia Om, Naya musti pulang nih, udah sore.” elakku sambil melepaskan diri dari Om Andi.Perlakuan om Andi dengan dia mencium bibirku, dan menghantarku ke mobil yang parkir diluar,Sopirku rupanya menunggu terlalu lama , lhoo kok lama banget non di dalam cuman nganter laporan saja kan???“hehe iya pak om Andi juga ngasih cerita kepadaku jadi lama jadinya kita ngobrolnya”Begitulah ceritaku yang aku alami dengan




















