Kontolku yang keras mengurangi* perutnya. “Anaknya? Bokeb Sesampai dirumahku, dia si jablay duduk didepan tv, tv kunyalakan dan aku memungut* minuman untuknya.“Mas bermukim* sendiri ya”. “Maksud kamu”. memeknya langsung kukorek2, dindingnya kugaruk-garuk.Benjolan seukuran jempol* yang tumbuh di dalam liang memeknya kumainkan dengan ujung jariku sampai* badannya tiba-tiba menggigil keras dan digoyang-goyangkannya pantatnya mengekor* permainan ujung jariku. Segera dia si jablay terbit* kolam membawa** branya yang telah* dilepas. “Terus Mas.. aku pesan paha ayam goreng plus kentang plus soft drink dingin. kan semua pria* Indonesia dirasakan* jawa”. “Telanjang ja, repot amat si”. kan semua pria* Indonesia dirasakan* jawa”. Selesai membayar, aku membawa** nampanku menggali* tempat duduk yang kosong.Mataku tertumbuk pada sesosok prempuan muda, cantik, seksi dengan tonjolan besar didadanya, namun* disebelahnya terdapat* anak prempuan kecil, barangkali* 3 tahunan lah.




















