bisiknyaDewipun pulang dengan tersenyum simpul, dalam hatinya ia membatin bertambah satu lagi koleksi kontol yang bisa membuat puasku, yang bisa menghilangkan dahaga batinku. Silahkan duduk bu! ibokep sakit…!! Memang tidak berkeinginan nambah, bu??” si dokter memastikan.“Hmmhh…betul,” Dewi menjawab sambil tersenyum.“Lalu ibu mau yang sementara atau selamanya,” tanya sidokter.“maksudnya??” Dewi balik bertanya.“Begini loh, Bu!. sakit…!! Kalau sementara saya sarankan ibu untuk menggunakan spiral, tapi kalau ibu dan suami ingin untuk selamanya tidak mempunyai anak lagi, yach! Apa yang bisa saya bantu??,” si dokter menjawab sambil bertanya dan mempersilahkan Dewi duduk.Sebelum sempat Dewi menjawab pertanyaan sang dokter, ia mendengar si suster berkata,” Dok, ibu Dewikan pasien terakhir, dan saya kebetulan ada keperluan keluarga, boleh saya pulang lebih dulu,”“Oh..ok, “ jawab si dokter sambil beranjak dari tempat duduknya.“Sebentar yach bu,” kata si dokter ke Dewi, lalu dokter itu keluar dari ruangan mengikuti si suster.Tak lama kemudian dokter itu kembali dan




















