Orgasmeku sudah mereda, dan aku membuka mulutku begitu penis itu sudah ada di depan mulutku. Aku tak bergerak sama sekali dari posisi tubuhku terakhir saat pak Edy menarik lepas penisnya tadi. Bokep Mom Untung lantai WC ini kering, jadi aku tak perlu mengkuatirkan rok seragamku akan basah. Entah apa bedanya dengan ronde pertama tadi, kali ini baru beberapa menit, Pandu mulai mengerang, dan penisnya kurasakan berkedut hebat di dalam liang vaginaku.“Oh.. Memang penis Dedi tak sebesar penis Pandu, tapi cukup untuk memaksaku menderita dalam kenikmatan ini.Aku mulai menggeliat dilanda kenikmatan ini, dan perlahan aku mendesah.“Sssh… oooh”, aku makin keras mendesah.Vaginaku serasa akan meledak dipompa habis habisan oleh Dedi, dan akhirnya aku orgasme di ronde kedua ini.“Nggghhhh.. Aku merinding mendengar pujian yang tak sepantasnya dilakukan oleh seorang wali kelas terhadap muridnya.“Pak, apa tidak ada perlu penting? Kutelan campuran semua cairan itu, dan aku sengaja menjepit penis itu dengan bibirku,




















