Kupikir semua ini naluri keibuannya saja. Kumis dan bekas cukuran dijanggutku membuatnya geli. Link Bokep Tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Mukanya yang tetap murung akhirnya membuatku berani bicara mengomenMiranti sikapnya belakangan ini dan bertanya kenapa?.Bu Miranti tersenyum hambar, menggeleng-gelengkan kepala, diam, menunduk, menarik napas dalam dan melepasnya dengan halus. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Hening. Buatku secantik apapun perempuan jika tidak punya tiga unsur itu, hambar dalam selera dan pandanganku.Seperti sebuah buku kartun yang tolol dan tidak lucu saja layaknya. Telapak tangan kirinya digosok-gosokan kepipi kiriku. Nanti kalau Suti bangun…..”Tiba-tiba ucap Bu Miranti tak menyelesaikan kalimatnya. Biar aku suka pusing mikirin uang kost bulan an, makan sehari-hari atau nyuci paka ian sendiri, sedikitnya dikamar kostku aku seperti manusia merdeka.




















