“Iya…”“Nggaaa mauuu ahh, mbak! Bokep Pacaran pun aku dilarang sama mami meski begitu banyak cowok yg tergila-gila oleh tampang buleku.“si Non kepengen, Ya?”tanyanya mengagetkanku.“Idihhh mbak!. Di tahan dulu!” cegah mbak Siti lalu ia beralih kepadaku.“si Non kapan dapet mens-nya?”“10 hari lagiii mbakk…” jawabku heran di sela-sela deraan nikmat yg menyengat itu.“Kecrotin aja di dalem kang. Ada apa gerangan?“Gimana rasanya?” tanya mbak Siti sambil tersenyum.“G..geli banget mbak” bisikku malu.“Tapi enak juga kan?”“He eh….”
Jelas! Habis baru kali ini kakak begituan sama gadis seperti dia. Aku mengganggap mbak Siti telah salah melakukan hal ini. “Kang..kang! Kocokin…tapi pelan-pelan dulu…”
Mang Narko mulai menggerakan pinggulnya mundur maju. Dan akhirnya dengan malu-malu aku anggukan kepalaku. Tapi mbak Siti dengan sigap menuntunnya balik masuk ke dalam memekku. Dan lelaki yg beruntung itu kebetulan adalah mang Narko, yg berstatus hanya sebagai sopir keluargaku, suaminya mbak Siti.Seorang pria tua, berkulit hitam legam, bertubuh pendek dan kerempeng.




















