Lina tampak melotot ke arah monitor seakan tidak percaya. Vidio Porno Chating. Dengan koneksi 3 MB/s melalui Interpacket.net.Aku sendiri sedang surfing, cari-cari gambar jorok di monitor tengah, sambil sekali-sekali mencek email di monitor kiri. “Apakah pikiran kita sama?”
Kali ini Lina mengangkat wajahnya mencoba menatapku. Lina hanya memiringkan sedikit kepalanya. Dan yang paling penting DFA: Definitly Fuck Able.yu Lina ternyata seorang karyawan swasta. Kukemudikan Wrengler hitamku dengan kecepatan tinggi secara zig zag di jalanan.Time: 20:04Aku telah parkir di Grand Wijaya. Hampir tidak ada percakapan.Time 21:00Di kamar motel. Karena puluhan warnet dengan static IP ada dalam databaseku IP addressnya. Lina jongkok, kini dengan pelan, layaknya memang telah berjam terbang tinggi, Lina menarik ritsluitingku dengan pelan, namun sigap sekali saat menarik lepas jeans hitamku. Di meja 7 seorang wanita cantik dengan blazer biru.










