Keramas dulu biar bersih” Akupun menurut saja dan duduk setengah berbaring telentang di bak keramas salon.Mbak Antik kemudian menuangkan shampoo dan mengusapkannya dengan lembut di kepalaku. Bokep Tante Kugigit bibir bawahku untuk menahan rangsangan ini. Kepalanya terangkat dan tanganku menarik rambutnya kebelakang sehingga kepalanya semakin terangkat. “Kini giliranku yang meminta upah,” katanya sambil tersenyum lebar. Mbak Antik keluar dari kamar mandi.Kuperhatikan sebentar, ternyata tubuhnya memang masih oke. Lagi.. Tangannya memeluk leherku dan ia semakin merepatkan tubuhnya ke dadaku, sehingga dadanya yang masih terbungkus kaus menekan dadaku.Diusap- usapnya dadaku dan kemudian putingku dimainkan dengan jarinya. Boleh kan minta tolong sebentar?” katanya. “Terima kasih To sudah menungguiku,” katanya sambil sedikit mendorong tubuhku agar ia bisa lewat. Aku menyerah. Ayo.. Kelihatannya ia juga ingin buang air kecil.Sebentar kemudian akupun keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega.




















