Jangan!”“Kakak? Kemudian ia membentangkan kedua tanganku, dan mengikatnya masing-masing di ujung kiri dan kanan tempat tidur. Vidio Sex Rasanya seperti langit runtuh menimpaku saat itu. Masa belum apa-apa udah mau pulang. Kehidupan kami berjalan normal seperti layaknya keluarga bahagia. Tapi cekalan tangan Rio jauh lebih kuat, membuatku tak berdaya. Aku hanya bisa menengadahkan kepalaku menghadap langit-langit, memikirkan nasibku yang sial ini.“Aaarrghh… Rio! Gimana, Pa? Rasanya seperti langit runtuh menimpaku saat itu. Tadi di kantor seharian aku sibuk melayani nasabah-nasabah bank tempatku bekerja yang menarik uang secara besar-besaran. Apa-apa sih kamu ini?! Kan tidak ada salahnya gue sebagai anaknya ngewakilin dia untuk meminta imbalan dari elu. Aku dibilang anak dari keluarga broken home sepertinya tidak bisa, walaupun ayah dan ibuku bercerai saat aku baru saja diterima di perguruan tinggi.




















