Ia memaksaku berbalik kesana kemari berganti posisi berkalikali dan aku terpaksa menurut saja. Bokep STW Kecurigaanku terbukti ketika pada suatu hari. Apalagi dia kan bekas teman ayah dulu!. Siang itu ibu menyuruhku mengambil beberapa barang di rumah Pak Herman karena persediaan di kios habis. Tidak apaapa kok Bu, Pak Herman kan orang baik, duda lagi. Aku menikmati dengan sungguhsungguh, Luar Biasa!Pada akhir permainan Pak Herman terlihat amat puas dan begitu juga aku. Hatinya bakal hancur dan jiwanya tercabikcabik. Aku menangis.., aku sudah tidak perawan lagi! Aku duduk menyepi sendiri di sana sambil menguras air mataku.Ya Tuhan, ampunilah segala dosadosaku ratapku seorang diri.Baru sore menjelang magrib aku pulang. Di kamar mandi aku menangis sendiri, menggosok seluruh tubuhku dengan sabun berkalikali. Bahkan ketika aku merasakan suatu benda asing memasuki tubuhku, aku tak bisa berbuat apaapa.




















