Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Bokep Jepang “Terima kasih banyak, Pak. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Atau seorang lelaki berjaket jins yang memayungi seorang perempuan yang jelas-jelas memakai jas hujan. Seharian ini, aku memang dirundung hujan, dan aku tidak berlari. Aku mematung di tempatku berdiri. Dia terpelanting. Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju. Dari balik kaca mobil, seorang lelaki melemparkan jari tengahnya ke arah lelaki berjaket jins. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu.




















