Pinggulnya seperti berdansa ke kiri kanan. aku janji nggak akan marah,” kata Tante Tika.“Tante capek habis ngapain..?” tanyaku.“E..e.. XNXX Jepang sstt.. Aku kaan.. Kubiarkan ketiga temanku mengerubuti kedua cewek itu.Kunyalakan rokok dan duduk di teras kamar, rasanya udara di Tretes sangat dingin.Kembali kutengok kamar melati no.3 dari ventilasi, kelihatan lampunya masih menyala berarti mereka belum pulang, lalu kuintip lagi dari jendela ternyata mereka sedang tidur saling berpelukan.Tiba-tiba aku ingat Tante Tika selalu bawa HP, aku sendiri juga kebetulan bawa tapi aku ragu apakah HP-nya diaktifkan tapi akan kucoba saja.Begitu ketemu nomernya lalu kutekan dial dan terdengar nada panggil di dalam kamar itu.Tante Tika terbangun lalu buru-buru mengangkat HP-nya, dia sempat melihat nomer yang masuk.“Haloo..




















