Wati berbisik pelan-pelan:
“Koh, Wati tak naik diatas kemaluanya, tapi koko diam saja jangan goyang-goyang ya?”. Bokeb Lalu kepalaku dilepas dari pangkuannya lal dengan hati-hati dan pelan-pelan supaya penumpang lain tak mendengar Wati pindah tempat dan duduk diatas kemaluanku. Wati tak bereaksi dan membiarkannya.“Sekarang anak saya sakit lagi dan menurut ibu biaya untuk menebus R.S sekitar 300.000 rph, pada hal tabungan saya pas tinggal 250.000,-. Wati menceritakan semuanya dengan polos tanpa malu.Karena jam sudah pk 01.00 lebih maka Wati kusuruh tidur dengan kepala dipangkuanku dan aku sendiri juga tertidur akhirnya. Dengan ASI dari kedua buah dadanya Wati itu aku benar-benar dibuat kenyang, rasa ASI nya manis dan asem-asem.Setelah selesai menetek, Wati menutup buah dadanya dengan kaosnya lagi serta mengancingkan kemabli bajunya. “Saya tidak cuti, tapi minta ijin sebab anak saya sakit dan masuk R.S di Salatiga” sahutnya. “Oh, ke Semarang dan adik mau kemana?











