Dia bahkan tak berani menatap wajahku. Bokep Ojol Sana kamu pulang, mandi dan cuci-cuci!” perintahnya tegas. Wajahnya meringis menahan sakit, sepertinya pantatnya terantuk sesuatu di halaman.Aku tadinya juga sangat malu diintip anak ingusan itu. Hamil kali ini betul-betul beda dengan kehamilanku sebelumnya, yang biasanya pakai ngidam gak karuan.Hamil kali ini justru aku merasa sangat santai dan bernafsu birahi tinggi. Dengan berseloroh, dia pernah bilang kalau sebenarnya dia sama saja sudah poligami, karena dia punya dua lubang yang sama-sama hotnya untuk dimasuki.Ucapan itu ada benarnya, karena mulutku sudah hampir menyerupai vagina, baik dalam mengulum maupun dalam menyedot. Tiba-tiba kami tersentak, ketika kami mendengar suara berisik di jendela.Segera suami mencabut batangnya dan membuka jendela. Kami sama-sama kaget menyadari bahwa percintaan itu tanpa pengaman sama sekali, dan aku telah menerima banyak sekali sperma dalam rahimku, sperma si anak ingusan. Sudah lama kami memutuskan untuk tidak punya anak lagi.Tapi aku sangat takut




















