Aku mengangguk lalu menaiki tangga menuju kamar. Bokep Montok “Iya deh, aku tunggu..”, kataku.Kututup telepon dan buru-buru kupakai kaos dan celana pendekku. Tanpa Ana sadari, dari pinggang, tanganku langsung masuk ke spannya.“Hekhh..”, Ana melotot saat terasa kedua tanganku langsung meremas kedua pantatnya. Terlalu riskan untuk didekati, apalagi pramugari baru seperti mereka.Kebanyakan mereka bersih. Aku hanya melongo melihat kenekatannya. Keduanya tampak indah selama perjalanan kerja lima hari ini. “Ooo…”
“Ya udah, nanti aku yang telpon kamu.., Oke?”
“Iya Ias”
“Namamu siapa ?”, tanyaku sambil melirik kartu nama di dada kirinya. “Ooo…”
“Ya udah, nanti aku yang telpon kamu.., Oke?”
“Iya Ias”
“Namamu siapa ?”, tanyaku sambil melirik kartu nama di dada kirinya. Dan dugaanku memang tak meleset. Ana masih belum menyerah, dia masih terbang dengan kerinduannya, jauuuh.., tinggi.., tak tahu sampai di mana.




















