Saya berasa bersalah dengan Iwan.“Ini dilepas saja,” katanya sambil menarik CD saya. Bokep Twitter Besar dan hitam. Dan mungkin pikiran seperti itu akan terus berjalan bila saja saya tidak bertemu dengan Bambang. Meski ingin menolak, tapi suara saya tidak keluar. Tapi, jilatan Pak Bambang benar-benar membuat dada saya turun naik. Liang memek saya makin membanjir. Atau menanyai soal rumah kami yang tidak punya penjaga. Dan akan siap dalam dua atau tiga hari mendatang. Kuat juga stamina Pak Bambang. Dan karena kemudian sudah menganggapnya sebagai keluarga sendiri, saya pun tidak pula sungkan untuk berceritanya dengannya. Saya sendiri tinggal di sini. Tangan saya pun terasa berat untuk menahan tangannya.Tanpa bicara, Pak Bambang kembali melanjutkan pijatannya. Matanya tampak berkilau.“Oh ya. Saya hanya diam mendengarkan ceritanya.Mungkin karena seringkali diam bila bertemu dan ia pun makin punya keberanian, Pak Bambang itu kemudian malah sering datang ke rumah.




















