Namun aku terus berusaha kembali merangkak ke tengah ranjang untuk menjauhinya. Bokep Arab sudah.. zzt.. ampun Aar.. “Iya, lalu siapa lagi yang masak kalau bukan saya, kan di rumah cuma tinggal kita berdua, si Wati kan udah saya suruh pulang duluan sebelum hujan tadi turun!” kata supir mesum ku. Yang pasti hatiku yang selama ini terasa berat dan bosan hilang begitu saja walaupun dalam hati kecilku juga merasa malu, benci, sebal dan kesal. “Bagaimana kalau aku hamil nanti?” ucapku lagi dengan nada kesal. Setelah berkata begitu tubuhku ditarik hingga buah dadaku yang menantang itu tepat pada mukanya dan kemudian, “Ouh.. Mulanya aku ragu untuk mencicipi nasi goreng buatannya, namun perutku yang memang sudah terasa lapar, akhirnya kumakan juga sesendok demi sesendok. “Hua.. Setelah itu tubuhnya yang masih berada di atas tubuhku berputar menghadap kakiku. Lagi-lagi aku kalah cepat dengan supirku, dia berhasil menangkap tubuhku kembali namun belum sempat




















