Kisah ini berlanjut ditempat yang lain dan kesempatan yang lain , tentunya tanpa sepengetahuan suami Fenny. Bokeb Selanjutnya aku mencoba menyentuh tangan Fenny, dan tidak ada penolakan dari Fenny yang membuatku semakin berani menarik tangannya dan memeluk dirinya dengan sikap yang sangat mesra. Jawabku sekenanya sambil dalam hati berkata TUNGGU TANGGAL MAINNYA.Sejenak kita berdua terdiam dengan pikiran masing-masing. Rencananya mau kemana…? “ Mas …. Kami terdiam sejenak, dan Fenny terduduk di sofa sambil memandangku bingung.“ Silahkan mandi dulu mbak…… itu handuk bersih dan ini sabun cair dan shampoo saya yang bisa mbak pake , saya rapikan dulu perlengkapan saya, nanti selesai mandi kita cari makan malam di luar saja , karena penginapan ini tidak menyiapkan makan malam yang sesuai dengan selera saya “.Sambil menyodorkan perlengkapan mandiku ke Fenny untuk digunakan dan Fenny nurut aja apa yang ku sampaikan.Setelah semuanya beres kami keluar penginapan mencari rumah makan yang




















