Terima kasih banyak.” jawabku dengan malu-malu.Sekitar pukul setengah 9 malam, Dendy mengantarkanku pulang dengan sepeda motornya. Tak berani mengganggu aku tutup lagi pintu kamarnya dan segera menuju kamar mandi karena sedari pagi belum mandi.Esoknya, sepulang bubaran sekolah, Dendy sudah berada di depan sekolahku menunggu disebuah kios rokok. Bokep Family Aku hanya mampu berdecak kagum.Dendy mengajak menuju kamar tidurnya di lantai 2. “gimana, mah, dengan rencana yang pernah aku obrolin? Tapi dibalik itu semua, dia satu-satunya teman yang paling baik, paling peduli, dan paling mau aku susahkan.“Puji! Nanti kalau udah di pasang kartu, kamu segera hubungi tante, ya!” kata Tante Meta sambil menyodorkan hp dan kartu namanya. apa kabarnya?” tanya Dendy.




















