Tapi kali ini Alia “menghidangkan” seluruhnya! Film Porno Badannya masih dalam posisi bersetubuh gaya missionarist, terlentang dengan kaki membuka. Udah biasa gitu ya?”
“Bukan begitu,” sahutku cepat-cepat. Kepalaku bergerak pelan mendekati wajahnya, bibirnya kukecup. “Engga apa-apa.”
“Pakaianmu masih lengkap.”
“Sama aja kan, Mas puas juga kan?”
“Benar, barusan Mas puas sekali, tapi..”
“Engga pakai tapi,” potongnya. “Bisa nginap dong.”
“Beres,” sahutnya. Alia tak bisa setiap hari “mengunjungi famili”. “Kan baru sekali, Yang, sekali lagi ya?”
“Kita masih banyak waktu.”
Ya, masih banyak, tapi suaramu serak dan nafasmu memburu. Apakah ini saat memulai? Dia baru menyadari mataku sering mampir ke kakinya. Alia pernah cerita miliknya yang paling berharga telah diserahkan kepada pacarnya yang sekarang. Barulah matanya menatapku.




















